Apalagi, anak kembar seringkali punya hobi sama, warna favorite sama, pakaian sama, sepatu sama, model rambut juga sama, pokoknya banyak diidentik dengan kesamaan.
Hal ini diakui oleh Tika dan Tya. Cewek kembar yang sekolah di SMA Kartini ini mengaku seru jadi anak kembar. Kayak punya sahabat sejati. Tak hanya itu, punya saudara kembar bisa saling berbagi rahasia.
"Wah, itu asyiknya punya saudara kembar. Bisa ngapain-ngapain bareng. Kalo ada masalah bisa curhat bareng. Tapi kami juga sering berantem kok. Namanya juga saudara," ujar Tika.
Jadi tak salah dong, kalo ikatan batin Tika dan Tya kuat. Meskipun selalu berantem , namun kalo berjauhan saling rindu juga. Untuk hobi dan aktivitas, Tika dan Tya punya hobi yang hampir sama. Keduanya sama-sama menyukai modeling. Cuma Tika suka Paskibraka, sedangkan Tya suka dance.
"Dalam segala hal kami memiliki kesamaan yang mirip. Namun ada beberapa hal yang membuat kami berbeda," imbuh Tika.
Tika mengaku sejak TK dan SD banyak orang yang susah membedakan mereka. Namun sejak SMP mulai mudah dikenali. "Apalagi sekarang potongan rambut saya pendek sedangkan Tya panjang. Selain itu kami memiliki pakaian dengan model yang sama namun beda warna. Jadi gampang dikenali," ungkap Tika.
Hal ini dialami juga oleh Jolly dan Jecky. Cowok kembar yang sekolah di SMA 1 Batam ini mengaku, meski kembar dirinya dan kakaknya sudah bisa dibedakan.
"Kalau masih kecil orang lain susah untuk mengenali kami. Tapi sekarang udah agak gampang, misalnya aja kakak itu ciri-cirinya kepala agak gede dibanding saya," ujar Jolly.
Seperti kebanyakan anak kembar lainnya, Jolly dan Jecky memiliki ikatan batin yang kuat. "Saat kakak terkilir, pasti saya juga merasakan sakit juga. Nah, yang anehnya kalau saya demam, dua hari kemudian kakak juga ikutan demam," cerita Jolly.
Namun untuk kembar yang satu ini agak berbeda. Keduanya tidak suka untuk berbagi cerita. "Mungkin karena kita cowok yaa, jadi berbagi rahasia dan curhat sangat jarang kami lakukan," ungkap Jolly.
Yang asyiknya jadi anak kembar kalau yang satu pintar maka lainya juga kecipratan juga. "Soal prestasi kami selalu berlomba. Sejak SD hingga SMA kalau nggak saya rangking pertama pasti kakak. Selalu ganti-gantian," tutur Jolly.
Menurut Mbak Bibiana Dyah Sucahyani, psikolog dan anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kepri, menjadi anak kembar memiliki sejumlah keuntungan positif, salah satunya karena umur sebaya pastinya mempunyai hobi yang sama.
"Selain itu karena selalu kemana-mana bareng, jadi serasa memiliki teman dekat," ujar Mbak Bibiana. Jadi tak salah dong kalo punya saudara kembar itu mengasyikan.
Mbak Dhea, sapaan akrab Mbak Bibiana menjelaskan, karena kebesaran Tuhan kendati si kembar secara fisik mirip, tapi tidak sama. Anak kembar juga memiliki karakter yang berbeda dan keinginan yang berbeda pula.
"Sebenarnya anak kembar ini sama dengan anak-anak lainnya. Namun semuanya tergantung dimana anak kembar ini dibesarkan. Apabila lingkungan memberi perlakuan yang sama maka anak kembar ini memiliki karakter dan keinginan yang sama pula. Namun, jika perlakuannya berbeda maka mereka akan memiliki sifat sesuai karakter masing-masing," jelas Mbak Dhea.
Mbak Dhea mengatakan, anak kembar harus bisa mengambil sisi positif dari kelebihan ikatan persaudaraan mereka. "Ambil nilai positif dari kedekatan sebagai anak kembar untuk memperkaya potensi diri. Apabila ini dilakukan maka sisi negatif yang akan muncul akan teredam dengan adanya sisi positif ini," ungkap Mbak Dhea. (dri)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar